
Jakarta – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan calon guru yang profesional, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan melalui penyelenggaraan Diklat Orientasi Wawasan Kebinekaan Global bagi Mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Ahmad Dahlan, Lantai 6, Gedung A FKIP UHAMKA, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dari berbagai bidang studi.
Diklat orientasi ini merupakan salah satu upaya FKIP UHAMKA dalam membentuk calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebinekaan, toleransi, persatuan, serta mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat global. Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks, guru dituntut menjadi sosok yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.
Sebagai institusi yang berkomitmen mencetak guru berintegritas, FKIP UHAMKA memandang bahwa wawasan kebinekaan global merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap calon guru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa serta mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam praktik pembelajaran di sekolah.
Kegiatan akan diikuti oleh 156 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD), serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Keberagaman latar belakang akademik peserta menjadi cerminan semangat kolaborasi dan persatuan yang menjadi salah satu nilai utama dalam pelaksanaan diklat ini.
Melalui kegiatan orientasi ini, peserta akan memperoleh pembekalan mengenai pentingnya membangun sikap inklusif, menghargai perbedaan budaya, agama, suku, bahasa, maupun latar belakang sosial sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memiliki perspektif global sehingga mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang terbuka terhadap perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Sebagai calon guru profesional, mahasiswa PPG memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman. Guru bukan hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, demokrasi, dan cinta tanah air kepada peserta didik. Oleh karena itu, penguatan wawasan kebhinekaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan kompetensi guru masa depan.
Diklat ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat komitmen sebagai pendidik yang mampu menjawab tantangan global. Di era digital, interaksi lintas budaya berlangsung semakin cepat sehingga guru dituntut memiliki kemampuan berpikir terbuka, menghargai keberagaman, serta mampu membangun pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, lulusan PPG diharapkan tidak hanya unggul dalam penguasaan materi ajar, tetapi juga mampu menjadi agen pemersatu bangsa melalui pendidikan.
Penyelenggaraan Diklat Orientasi Wawasan Kebhinekaan Global merupakan bagian dari rangkaian pembinaan mahasiswa PPG FKIP UHAMKA yang dirancang secara komprehensif untuk menghasilkan guru yang memiliki kompetensi utuh, meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi ciri khas UHAMKA juga diharapkan semakin memperkuat karakter mahasiswa dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik yang berintegritas, humanis, dan berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, FKIP UHAMKA berharap seluruh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 semakin siap menjalankan perannya sebagai calon pendidik yang mampu menjadi teladan, menginspirasi peserta didik, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berlandaskan semangat kebhinekaan. Dengan bekal wawasan kebangsaan yang kuat serta perspektif global, para calon guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa nilai persatuan dan kemajuan bagi dunia pendidikan Indonesia.